BAGIAN4
4. Membersihkan orang yang menunaikannya dari sifat bakhil. al-Kâsâni rahimahullah mengatakan, “Sesungguhnya zakat membersihkan jiwa orang yang menunaikannya dari kotoran dosa dan menghiasi akhlaknya dengan sifat dermawan dan pemurah. Juga membuang kekikiran dan kebakhilan, karena tabiat jiwa sangat menyukai harta benda. Zakat dapat membiasakan orang menjadi pemurah, melatih menunaikan amanat dan menyampaikan hak-hak kepada pemiliknya. Semua itu terkandung dalam firman Allâh Azza wa Jalla :
4. Membersihkan orang yang menunaikannya dari sifat bakhil. al-Kâsâni rahimahullah mengatakan, “Sesungguhnya zakat membersihkan jiwa orang yang menunaikannya dari kotoran dosa dan menghiasi akhlaknya dengan sifat dermawan dan pemurah. Juga membuang kekikiran dan kebakhilan, karena tabiat jiwa sangat menyukai harta benda. Zakat dapat membiasakan orang menjadi pemurah, melatih menunaikan amanat dan menyampaikan hak-hak kepada pemiliknya. Semua itu terkandung dalam firman Allâh Azza wa Jalla :
خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً
تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ
Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu
kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. [7]
Kikir adalah penyakit yang dibenci dan tercela. Sifat ini
menjadikan manusia berupaya untuk selalu mewujudkan ambisinya, egois, cinta
hidup di dunia dan suka menumpuk harta. Sifat ini akan menumbuhkan sikap
monopoli terhadap semua. Tentang hakikat ini, Allâh Azza wa Jalla berfirman :
وَكَانَ
الْإِنْسَانُ قَتُورًا
Dan manusia itu sangat kikir. [al-Isrâ`/17:100]
Allâh Azza wa Jalla berfirman :
وَأُحْضِرَتِ
الْأَنْفُسُ الشُّحَّ
Walaupun manusia itu menurut tabiatnya kikir.
[an-Nisâ`/4:128]
Sifat kikir ini merupakan faktor terbesar yang menyebabkan
manusia sangat tergantung kepada dunia dan berpaling dari akhirat. Sifat ini
menjadi sebab kesengsaraan. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda :
تَعِسَ
عَبْدُ الدِّينَارِوَعَبْدُ الدِّرْهَمِ وَعَبْدُ الخَمِيْصَةِ إِنْ أُعْطِيَ رَضِيَ
وَإِنْ لَمْ يُعْطَ سَخِطَ
تَعِسَ وَانْتَكَسَ وَإِذَا شِيْكَ فَلاَ
اْنَتقَشَ
Sengsara hamba dinar, sengsara hamba dirham, sengsara hamba khamishah
! Bila dia diberi maka dia rela, bila tidak maka dia murka, sengsara dan
tersungkurlah dia, bila dia tertusuk duri maka dia tidak akan mencabutnya. [8]
Cinta dunia dan harta adalah salah satu sumber dosa dan
kesalahan. Bila seseorang terselamatkan darinya dan terlindungi dari sifat
kikir maka dia akan sukses, sebagaimana firman Allâh Azza wa Jalla yang
artinya, “Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang
orang yang beruntung.” [al-Hasyr/59:9]
Allâh Azza wa Jalla berfirman tentang orang-orang yang kikir
lagi bakhil,
وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ يَبْخَلُونَ بِمَا آتَاهُمُ اللَّهُ
مِنْ فَضْلِهِ هُوَ خَيْرًا لَهُمْ
ۖ بَلْ هُوَ
شَرٌّ لَهُمْ ۖ سَيُطَوَّقُونَ
مَا بَخِلُوا بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta
yang Allâh berikan kepada mereka dari karuniaNya menyangka, bahwa kebakhilan
itu baik bagi mereka. sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. harta
yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat.
[Ali Imrân/3:180]
al-Fakhrurrazi rahimahullah berkata, “Kecintaan mendalam
terhadap harta bisa melalaikan jiwa dari kecintaan kepada Allâh dan persiapan
menghadapi kehidupan akhirat. Hikmah Allâh Azza wa Jalla menuntut agr pemilik
harta mengeluarkan sebagian harta yang dipegangnya; Agar apa yang dikeluarkan
itu menjadi alat penghancur ketamakan terhadap harta, pencegah agar jiwa tidak
berpaling kepada harta secara total dan sebagai pengingat agar jiwa sadar bahwa
kebahagiaan manusia tidak bisa tercapai dengan sibuk menumpuk harta. Akan
tetapi kebahagian itu akan terwujud dengan menginfakkan harta untuk mencari
ridha Allâh Azza wa Jalla . Kewajiban zakat adalah terapi tepat dan suatu
keharusan untuk melenyapkan kecintaan kepada dunia dari hati. Allâh Azza wa
Jalla mewajibkan zakat untuk hikmah mulia ini. Inilah yang dimaksud oleh
firman-Nya, yang artinya, “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan
zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka.”
Yakni membersihkan dan mensucikan mereka dari sikap berlebih-lebihan dalam
menuntut dunia.”
KLIK DI SINI maka anda
akan menuju artikel selanjutnya
Jika anda ingin Tau sumber artikel di atas KLIK DI SINI
Jika anda ingin Tau sumber artikel di atas KLIK DI SINI
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar