Tujuan SYAR'INYA
Artikel 1
Zakat merupakan salah satu rukun agama Islam.
Zakat diwajibkan atas
setiap orang Islam yang telah memenuhi syarat. Selain melaksanakan perintah
Allâh Subhanahu wa Ta’ala, tujuan pensyariatan zakat ialah untuk membantu umat
Islam yang membutuhkan bantuan dan pertolongan. Oleh karena itu, syariat Islam
memberikan perhatian besar dan memberikan kedudukan tinggi pada ibadah zakat
ini. Kedudukan zakat dalam Islam sudah banyak diketahui oleh kaum Muslimin
secara garis besarnya, namun untuk menegaskan pentingnya masalah zakat ini
perlu dirinci kembali permasalahan ini dalam bentuk yang lebih jelas dan
gamblang.
KEDUDUKAN ZAKAT DALAM
ISLAM
Kedudukan dan arti penting zakat dapat dilihat dari beberapa
hal berikut:
1. Zakat adalah rukun Islam yang ketiga dan salah satu pilar
bangunannya yang agung berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Ibnu ‘Umar
Radhiyallahu anhuma bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda:
بُنِيَ الإِسْلاَمُ عَلَى
خَمْسٍ
: شَهاَدَةِ
أَنْ
لاَ
إِلهَ
إِلاَّ
اللهُ
وَأَنْ
مُحَمَّدًا
رَسُولُ
اللهِ
وَإِقاَمِ
الصَّلاَةِ
وَإِيْتاَءِ
الزَّكَاةِ
وَصَومِ
رَمَضَانَ
وَحَجِّ
البَيْتِ
لِمَنِ
اسْتَطَاعَ
إِلَيْهِ
سَبِيْلأ
Islam dibangun di atas lima perkara: syahadat bahwa tidak
ada Rabb yang haq selain Allâh dan bahwa Muhammad adalah utusan Allâh,
menegakkan shalat, menunaikan zakat, berpuasa Ramadhan dan haji ke Baitullah
bagi siapa yang mampu [Muttafaqun ‘alaihi]
2. Allâh Azza wa Jalla menyandingkan perintah menunaikan
zakat dengan perintah melaksanakan shalat di dua puluh delapan tempat dalam
al-Qur`ân.[1] Ini menunjukkan betapa urgen dan tinggi kedudukannya dalam Islam.
Kemudian penyebutan kata shalat dalam banyak ayat di al-Qur`ân terkadang
disandingkan dengan iman dan terkadang dengan zakat. Terkadang ketiga-tiganya
disandingkan dengan amal shalih adalah urutan yang logis. Iman yang merupakan
perbuatan hati adalah dasar, sedangkan amal shalih yang merupakan amal
perbuatan anggota tubuh menjadi bukti kebenaran iman. Amal perbuatan pertama
yang dituntut dari seorang mukmin adalah shalat yang merupakan ibadah badaniyah
(ibadah dengan gerakan badan) kemudian zakat yang merupakan ibadah harta. Oleh
karena itu, setelah ajakan kepada iman didahulukan ajakan shalat dan zakat
sebelum rukun-rukun Islam lainnya. Ini berdasarkan hadits Ibnu ‘Abbâs
Radhiyallahu anhuma dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallamsaat beliau
Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutus Mu’âdz Radhiyallahu anhu ke Yaman,
beliau bersabda kepadanya:
إِنَّكَ
تَأتِي قَوْمًا مِنْ أَهْلِ
الكِتَابِ فاَدْعُهُمْ إِلىَ شَهاَدَةِ أَنْ
لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ
وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ فإَِنْ
هُمْ أَطاَعُوكَ لِذلِكَ فَأَعْلِمْهُمْ أَنَّ
اللهَ اِفْتَرَضَ
عَلَيْهِمْ خَمْسَ صَلواتٍ فِي
كُلِّ يَوْمٍ وَليَلْةٍ فإَِنْ
هُمْ أَطاَعُوكَ لِذلِكَ فَأَعْلِمْهُمْ أَنَّ
اللهَ اِفْتَرَضَ عَلَيْهِمْ صَدَقَةً تُؤْخَذُ مِنْ أَغْنِياَئِهِمْ فَتُرَدُّ
عَلىَ فُقَرَائِهِمْ
jika anda ingin tw kelanjutan artikel di atas KLIK DI SINI

Tidak ada komentar:
Posting Komentar